<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>t h e s m a l l j o u r n e y . .</title>
	<atom:link href="http://thesmalljourney.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thesmalljourney.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2009 17:16:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='thesmalljourney.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/501f75f45a576a6557ffbf68ce4f585d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>t h e s m a l l j o u r n e y . .</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>ulaanbaatar</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/30/ulaanbaatar/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/30/ulaanbaatar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 15:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[
Mongolia berada ditengah Asia, berbatasan dengan Cina dan Rusia (Uni Soviet), dengan ibukota Ulaanbaatar. Di sisi Utara pada umumnya terdiri dari hutan dan pegunungan, sedangkan sisi Selatan adalah dataran rendah gurun dan padang rumput. Mongolia secara rata-rata berada pada ketinggian 1580 meter diatas permukaan laut, dan dikenal pula sebagai Land of the Blue Sky.


  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=223&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/map-of-mongolia.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-226" style="border:0 none;" title="map of mongolia" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/map-of-mongolia.jpg?w=150&#038;h=150" alt="map of mongolia" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Mongolia berada ditengah Asia, berbatasan dengan Cina dan Rusia (Uni Soviet), dengan ibukota Ulaanbaatar. Di sisi Utara pada umumnya terdiri dari hutan dan pegunungan, sedangkan sisi Selatan adalah dataran rendah gurun dan padang rumput. Mongolia secara rata-rata berada pada ketinggian 1580 meter diatas permukaan laut, dan dikenal pula sebagai <em>Land of the Blue Sky.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><br />
</em><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity05.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-227" style="border:0 none;" title="ubcity05" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity05.jpg?w=99&#038;h=150" alt="ubcity05" width="99" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/airport-chinggiskhaan.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-228 alignnone" style="border:0 none;" title="airport chinggiskhaan" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/airport-chinggiskhaan.jpg?w=150&#038;h=99" alt="airport chinggiskhaan" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-230" style="border:0 none;" title="ubcity02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity02.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity02" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity03.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-231" style="border:0 none;" title="ubcity03" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity03.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity03" width="150" height="99" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity04.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-229" style="border:0 none;" title="ubcity04" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity04.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity04" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-238" style="border:0 none;" title="ubcity01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity01" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity07.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-234" style="border:0 none;" title="ubcity07" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity07.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity07" width="150" height="99" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Berhubungan dengan kondisi alam dan geografisnya, hidup berpindah (nomad) menjadi kebiasaan penduduk Mongolia sejak jaman batu dulu. Mereka menggembala hewan ternak pada padang dan gurun yang luas, berpindah sesuai musim serta mencari pakan ternak dan air. Karena kebiasaan ini maka penduduk Mongolia mempunyai bangunan yang khas yang disebut <em>ger</em> atau <em>yurt</em>. Pada strata sosial yang lain, berkembang juga arsitektur Mongolia yang dicerminkan oleh bangunan kekaisaran Mongolia jaman dulu dan pengaruh agama Budha. Informasi lebih lengkap tentang arsitektur di Mongolia bisa lihat [<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Architecture_of_Mongolia">disini</a>].</p>
<p>Saat ini hampir separuh penduduk Mongolia tinggal di Ulaanbaatar. Jumlahnya sekitar 1,2 juta orang, dan sekilas melalui pengamatan visual, Ulaanbaatar saat ini mungkin hanya mampu menampung separuh dari jumlah penduduknya sekarang. Jadi, dapat Anda bayangkan kalau dilihat dari langit, maka ditengah hamparan pengunungan dan padang rumput yang luas terlihat kota Ulaanbaatar yang padat, mulai dipenuhi bangunan tinggi tetapi disana-sini masih diisi oleh ger.</p>
<p>Pada kenyataannya memang banyak kantong-kantong ger di kota Ulaanbaatar. Para pendatang dari kampung tidak mampu membeli rumah kota, dan mereka mendirikan rumah-rumah tradisionalnya di tengah kota. Menurut informasi lokal, setidaknya terdapat lebih dari 60% penduduk Ulaanbaatar tinggal di ger.</p>
<p>Masalah utama barangkali bermula dari sistem pemerintahan Mongolia. Dulu pemerintahan Mongolia bersifat sosialis dan mempunyai hubungan erat dengan Uni Soviet yang berperan sebagai pelindung kemerdekaan (Uni Soviet membantu Mongolia memperoleh kemerdekaan dari Cina). Sistem politik dan ekonomi Mongolia, seperti di Uni Soviet, adalah terpusat pada pemerintah yang menyiapkan semua kebutuhan penduduk. Pemerintah menyediakan perumahan rakyat, pekerjaan dan mendirikan banyak perusahaan milik negara. Pada saat sistem sosialis a la Uni Soviet runtuh, pemerintah menjual hampir semua pabrik dan perusahaan milik negara kepada swasta. Sistem ekonomi berubah dari sosialis menjadi kapitalis; privatisasi terjadi di hampir segala jenis aktifitas bisnis.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity06.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-233" style="border:0 none;" title="ubcity06" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity06.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity06" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity08.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-235 alignnone" style="border:0 none;" title="ubcity08" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity08.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity08" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity09.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-232 alignnone" style="border:0 none;" title="ubcity09" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity09.jpg?w=150&#038;h=99" alt="ubcity09" width="150" height="99" /></a></p>
<p>Perubahan ini mengakibatkan banyak penduduk kehilangan pekerjaan dan kehilangan kemampuan mempunyai rumah sendiri karena terbiasa disediakan oleh pemerintah. Ini, barangkali, manjadi salah satu alasan utama terjadi urbanisasi ke Ulaanbaatar. Penduduk mencari sesuap nasi di kota besar dengan mendirikan ger sebagai rumah tinggalnya di kota. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini sedang terjadi pembangunan besar-besaran di Ulaanbaatar. Mongolia membuka negaranya bagi investasi asing. Gedung-gedung tinggi bermunculan. Juga perumahan dan apartemen. Tetapi pembangunan sekarang adalah untuk kepentingan bisnis dan investasi, yang seperti juga terjadi di banyak negara lain, tidak terjangkau oleh rakyat kebanyakan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-247" style="border:0 none;" title="gercity-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gercity-01" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-248" style="border:0 none;" title="gercity-02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-02.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gercity-02" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-03.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-246" style="border:0 none;" title="gercity-03" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-03.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gercity-03" width="150" height="99" /></a></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Rumah tradisional ger</strong></p>
<p>Ger sudah digunakan sebagai hunian sejak orang-orang Mongolia beternak dan menggembala. Bentuk denah ger adalah lingkaran, dibangun keatas menjadi seperti tabung tetapi dengan bentuk atap lengkung berlubang ditengah (<em>toono</em>) sebagai outlet untuk mengeluarkan asap dari alat pemanas yang diletakkan di tengah ruangan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-250" style="border:0 none;" title="gerd-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerd-01" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-251" style="border:0 none;" title="gerd-02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-02.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerd-02" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-249" style="border:0 none;" title="gerinterior-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerinterior-01" width="150" height="99" /></a></p>
<p>Pada dasarnya ger terdiri dari rangka dinding kayu (<em>khana</em>), selimut bangunan dari kulit hewan (<em>isegei</em>), rangka atap (<em>uni</em>), dan pintu kayu. Ukuran ger mencerminkan kemakmuran pemiliknya; makin besar ger berarti makin kaya pemiliknya. Sebuah ger yang umum dimiliki orang kebanyakan biasanya terdiri dari 4 atau 5 khana dan 88 uni. Setiap “modul” khana panjangnya sekitar 230 cm dengan ketinggian antara 150~180 cm. Ger ini dapat dibongkar-pasang dalam waktu 1 jam, dan dapat dipindahkan dengan gerobak kayu yang ditarik oleh kuda atau hewan lain.</p>
<p>Rangka dinding kayu (khana), terdiri dari balok-balok kayu yang dijalin diagonal seperti wajik dan diikat dengan kulit pada simpulnya. Jumlah ikatan pada setiap garis vertikal biasanya antara 10 sampai 15, dan setiap khana merupakan modul yang dapat dirangkai dengan khana yang lain membentuk dinding melingkar. Pertemuan dua ujung dinding melingkar khana menjadi satu-satunya pintu pada ger. Biasanya dibuatkan kusen kayu dengan rangka (<em>threshold</em>) pada empat sisinya (kusen kita biasanya hanya 3 sisi tanpa sisi bawah). Rangka bawah ini secara tradisi dianggap penting karena menyimpan ruh ger. Sebaiknya tidak menginjaknya karena akan dianggap tidak menghormati rumah dan menantang pemilik rumah. Rumah ger biasanya menghadap ke Selatan sebagai arah depan, dan di sisi Selatan itu diletakkan pintu. Sisi Utara di dalam ger, yaitu sisi yang berseberangan dengan pintu, merupakan lokasi yang dianggap paling terhormat. Disana ditempatkan benda-benda keagamaan atau benda lain yang dianggap keramat atau perlu dihormati. Tempat duduk di sisi Utara adalah tempat yang paling terhormat, disediakan untuk tetua, kepala suku atau tamu-tamu khusus. Secara tradisi, sisi Barat adalah tempat para lelaki berikut alat-alat berburu, dan sisi Timur untuk kaum wanita dan peralatan dapur.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerkhana-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-253" style="border:0 none;" title="gerkhana-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerkhana-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerkhana-01" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-252" style="border:0 none;" title="gerheater-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerheater-01" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-254" style="border:0 none;" title="gertoono-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-01.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gertoono-01" width="150" height="99" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-03.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-257" style="border:0 none;" title="gerinterior-03" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-03.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gerinterior-03" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-258" style="border:0 none;" title="gertoono-02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-02.jpg?w=99&#038;h=150" alt="gertoono-02" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/khana05.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-255" style="border:0 none;" title="khana05" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/khana05.jpg?w=99&#038;h=150" alt="khana05" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-256" style="border:0 none;" title="gerinterior-02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-02.jpg?w=99&#038;h=150" alt="gerinterior-02" width="99" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-03.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-259" style="border:0 none;" title="gern-03" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-03.jpg?w=150&#038;h=99" alt="gern-03" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-261" style="border:0 none;" title="gern-01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-01.jpg?w=99&#038;h=150" alt="gern-01" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-02.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-262" style="border:0 none;" title="gern-02" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-02.jpg?w=99&#038;h=150" alt="gern-02" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater01.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-260" style="border:0 none;" title="gerheater01" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater01.jpg?w=99&#038;h=150" alt="gerheater01" width="99" height="150" /></a></p>
<p>Rangka atapnya seperti rangka pada payung. Membentuk perletakan kayu melingkar ke satu pusat arah puncak tertinggi dan merendah ke satu arah luar. Sisi atas berhenti dan dikunci pada cincin atap (<em>toghona</em>). Cincin ini yang kemudian membentuk lubang pada puncak atap. Lubang ini dapat ditutup dengan lembaran kulit apabila diperlukan.</p>
<p>Akhirnya, khana akan diselimuti oleh kulit hewan (domba atau hewan lain). Pada musim dingin selimut kulit akan dibuat beberapa lapis. Selimut kulit ini diikat oleh tali-tali yang dibuat dari rambut hewan. Tali pengikat ini biasanya ada 3 melingkari dan mengikat selimut kulit ger. Ikatan kulit paling bawah berjarak sekitar 30 cm dari muka tanah sehingga pada musim panas selimut kulit bisa digulung keatas untuk memasukkan udara segar kedalam ger.</p>
<p>Bagi yang ingin mengetahui lebih rinci tentang gert lihat [<a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/the-construction-of-a-yurt.pdf">disini</a>] dan cara membangunnya dapat dilihat [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=ma5_YXQISkc">disini</a>]</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=223&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/30/ulaanbaatar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/map-of-mongolia.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">map of mongolia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity05.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/airport-chinggiskhaan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">airport chinggiskhaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity02.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity03.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity04.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity04</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity07.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity06.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity06</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity08.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/ubcity09.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ubcity09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gercity-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-02.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gercity-02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gercity-03.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gercity-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerd-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerd-02.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerd-02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerinterior-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerkhana-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerkhana-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerheater-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gertoono-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-03.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerinterior-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gertoono-02.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">gertoono-02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/khana05.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">khana05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerinterior-02.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">gerinterior-02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-03.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gern-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-01.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">gern-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gern-02.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">gern-02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/gerheater01.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">gerheater01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>beijing</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/25/beijing/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/25/beijing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 15:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan panjang dari Jakarta ke Ulaanbaatar saya harus transit overnight di Beijing. Sampai di Beijing pada sore hari dan harus terbang lagi ke Ulaanbaatar besok paginya. Setelah memperhitungkan seluruh waktu untuk berbagai keperluan, saya hanya punya waktu sangat terbatas. Ini adalah beberapa foto rekaman pengalaman 3 jam di Beijing.
Taman Olimpiade Beijing 
Tidak akan ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=190&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam perjalanan panjang dari Jakarta ke Ulaanbaatar saya harus transit <em>overnight</em> di Beijing. Sampai di Beijing pada sore hari dan harus terbang lagi ke Ulaanbaatar besok paginya. Setelah memperhitungkan seluruh waktu untuk berbagai keperluan, saya hanya punya waktu sangat terbatas. Ini adalah beberapa foto rekaman pengalaman 3 jam di Beijing.</p>
<p><strong>Taman Olimpiade Beijing </strong></p>
<p>Tidak akan ada cukup waktu untuk melihat seluruh bangunan dalam Taman Olimpiade ini. Saya memilih yang saya anggap paling populer; pilihan saya adalah the Bird’s Nest, Aquatic dan ruang-ruang publik diantara berbagai bangunan yang ada. Kesan saya, dua bangunan utama itu kurang terpelihara dan tampaknya juga tidak dimanfaatkan dengan optimal. The Bird’s Nest ditutup pagarnya, steril, berdebu dan gelap. Sementara Aquatic kehilangan gemerlapnya, banyak water feature-nya yang tidak dioperasikan, dan façade-nya mulai keriput karena jarang dinyalakan dan kehilangan tegangan yang diperlukan. Yang menarik justru ruang dan taman publik yang sangat hidup. Larangan untuk memasuki berbagai fasilitas yang ada tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Taman Olimpiade Beijing, dan memanfaatkan ruang-ruang dan taman publik yang ada diseantero kompleks Olimpiade.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5468.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-191" style="border:0 none;" title="IMG_5468" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5468.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5468" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5471.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-192" style="border:0 none;" title="IMG_5471" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5471.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5471" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5507.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-193" style="border:0 none;" title="IMG_5507" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5507.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5507" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5502.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-194" style="border:0 none;" title="IMG_5502" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5502.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5502" width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5492.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-195" style="border:0 none;" title="IMG_5492" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5492.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5492" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5493.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-196" style="border:0 none;" title="IMG_5493" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5493.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5493" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5498.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-197" style="border:0 none;" title="IMG_5498" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5498.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5498" width="150" height="99" /></a></p>
<p><strong>Lapangan Tian An Men </strong></p>
<p>Cuaca sudah gelap saat saya sampai di lapangan bersejarah ini. Karena akses ke Forbidden City sudah tutup, saya hanya berkeliling di Tian An Men dan menikmati malam yang ramai saat itu dengan turis lokal.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5518.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-198" style="border:0 none;" title="IMG_5518" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5518.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5518" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5514.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-199" style="border:0 none;" title="IMG_5514" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5514.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5514" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5520.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-200" style="border:0 none;" title="IMG_5520" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5520.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5520" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5534.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-201" style="border:0 none;" title="IMG_5534" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5534.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5534" width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5522.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-202" style="border:0 none;" title="IMG_5522" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5522.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5522" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5530.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-203" style="border:0 none;" title="IMG_5530" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5530.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5530" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5532.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-204" style="border:0 none;" title="IMG_5532" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5532.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5532" width="150" height="99" /></a></p>
<p><strong>Beijing Capital Airport Terminal 3 </strong></p>
<p>Airport terminal 3 ini luar biasa besar! Karya Sir Norman Foster. Ada kesan tergesa dibangun karena menjelang Olimpiade Beijing. Ketergesaan ini bukan pada ujud fisik bangunannya tetapi lebih kepada rancangan sirkulasi dan layout ruang dalam. Seperti lazimnya sebuah bangunan airport yang baik, kemudahan orientasi dan sirkulasi merupakan syarat mutlak yang harus dicapai. Saya tidak menjumpai hal ini sepenuhnya tercapai di airport baru ini. Perpindahan dari satu ujung ke ujung lain dalam satu terminal membutuhkan waktu 4 menit menggunakan kereta. Pindah dari satu terminal ke terminal yang lain, karena harus pindah pesawat misalnya, cukup membingungkan kalau tidak membaca teliti buku petunjuk atau bertanya beberapa kali pada meja informasi. Kemudahan bergerak berdasarkan signage seperti, misalnya, di Changi Airport, belum terjadi disini. Jadi, ya, kita nikmati saja kebesaran terminal ini dengan biasa-biasa saja ..</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5537.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-205" style="border:0 none;" title="IMG_5537" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5537.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5537" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5546.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-206" style="border:0 none;" title="IMG_5546" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5546.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5546" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5538.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-207" style="border:0 none;" title="IMG_5538" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5538.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5538" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5544.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-208" style="border:0 none;" title="IMG_5544" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5544.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5544" width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5542.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-209" style="border:0 none;" title="IMG_5542" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5542.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5542" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5904.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-210" style="border:0 none;" title="IMG_5548" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5548.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5548" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5904.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-211" style="border:0 none;" title="IMG_5904" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5904.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5904" width="150" height="99" /></a></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=190&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/09/25/beijing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5468.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5468</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5471.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5471</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5507.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5507</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5502.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5502</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5492.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5492</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5493.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5493</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5498.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5498</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5518.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5518</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5514.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5514</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5520.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5520</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5534.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5534</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5522.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5522</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5530.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5530</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5532.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5532</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5537.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5537</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5546.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5546</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5538.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5538</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5544.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5544</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5542.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5542</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5548.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5548</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/09/img_5904.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5904</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>willem1 &#8211; ambarawa</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/178/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/178/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[
Berbeda dengan Benteng Willem 2 yang terletak di sisi jalan utama kota Ungaran, Benteng Willem 1 masuk ke pedalaman kota Ambarawa, dan saat ini masih digunakan sehari-hari dengan 2 kelompok kegiatan yang berbeda dan terpisah pengelolaannya. Separuh kompleks Willem 1 digunakan sebagai lembaga pemasyarakatan dan dikelola oleh Departemen Hukum dan HAM, sedangkan separuh lainnya digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=178&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/willem1-ambarawa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-159" style="border:0 none;" title="willem1 ambarawa" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/willem1-ambarawa.jpg?w=300&#038;h=120" alt="willem1 ambarawa" width="300" height="120" /></a></p>
<p>Berbeda dengan Benteng Willem 2 yang terletak di sisi jalan utama kota Ungaran, Benteng Willem 1 masuk ke pedalaman kota Ambarawa, dan saat ini masih digunakan sehari-hari dengan 2 kelompok kegiatan yang berbeda dan terpisah pengelolaannya. Separuh kompleks Willem 1 digunakan sebagai lembaga pemasyarakatan dan dikelola oleh Departemen Hukum dan HAM, sedangkan separuh lainnya digunakan oleh keluarga militer sebagai hunian.</p>
<p>Entah bagaimana tata kelola bangunan dan pemeliharaannya, yang jelas kondisi fisik kompleks Benteng Willem 1 sangat menyedihkan dan memberikan kesan terbengkalai. Kalau melihat skala bangunan dan kondisi saat ini, mudah dipahami kompleks ini akan memerlukan biaya yang sangat besar untuk perbaikan dan pemeliharaan. Di sisi lain, besarnya kompleks ini dan bekas-bekas perencanaannya yang cukup baik memberikan semangat eksplorasi yang besar. Benteng Willem 1 dapat menjadi lokasi yang menarik bagi masyarakat bahkan sampai jauh keluar wilayah Ambarawa. Yang diperlukan adalah gagasan kreatif dan kemauan pemerintah untuk merancang program pemanfaatan dan pembiayaan yang berkelanjutan.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5233.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-160" style="border:0 none;" title="IMG_5233" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5233.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5233" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5234.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-162" style="border:0 none;" title="IMG_5234" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5234.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5234" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5241.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-163" style="border:0 none;" title="IMG_5241" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5241.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5241" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.wordpress.com//files/2009/08/img_5312.jpg"><img style="border:0 none;" title="IMG_5312" src="//thesmalljourney.wordpress.com//files/2009/08/img_5312.jpg" alt="IMG_5312" width="150" height="99" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5255.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-166" style="border:0 none;" title="IMG_5255" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5255.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5255" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5251.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-165" style="border:0 none;" title="IMG_5251" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5251.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5251" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5257.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-167" style="border:0 none;" title="IMG_5257" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5257.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5257" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5291.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-168" style="border:0 none;" title="IMG_5291" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5291.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5291" width="150" height="99" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5263.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-169" style="border:0 none;" title="IMG_5263" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5263.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5263" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5268.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-170" style="border:0 none;" title="IMG_5268" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5268.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5268" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5274.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-171" style="border:0 none;" title="IMG_5274" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5274.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5274" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5277.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-172" style="border:0 none;" title="IMG_5277" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5277.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5277" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5278.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-173" style="border:0 none;" title="IMG_5278" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5278.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5278" width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5303.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-174" style="border:0 none;" title="IMG_5303" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5303.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5303" width="150" height="99" /></a> <a href="//thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5295.jpg"><img style="border:0 none;" title="IMG_5295" src="//thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5295.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5295" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5287.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-176" style="border:0 none;" title="IMG_5287" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5287.jpg?w=99&#038;h=150" alt="IMG_5287" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5306.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-177" style="border:0 none;" title="IMG_5306" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5306.jpg?w=150&#038;h=99" alt="IMG_5306" width="150" height="99" /></a></p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=178&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/178/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/willem1-ambarawa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">willem1 ambarawa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5233.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5233</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5234.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5234</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5241.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5241</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//thesmalljourney.wordpress.com//files/2009/08/img_5312.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5312</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5255.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5255</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5251.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5251</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5257.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5257</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5291.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5291</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5263.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5263</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5268.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5268</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5274.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5274</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5277.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5277</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5278.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5278</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5303.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5303</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5295.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5295</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5287.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5287</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/img_5306.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5306</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>willem2 &#8211; ungaran</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/willem2-ungaran/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/willem2-ungaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Benteng Willem 2 terletak di kota Ungaran, sekitar 1 jam perjalanan darat dari Semarang kearah Selatan. Benteng ini mudah dijumpai karena terletak dipinggir jalan utama. Kondisinya tidak terpelihara, cenderung terbengkalai dan tidak digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sebelumnya bangunan Benteng Willem 2 ini dimanfaatkan oleh keluarga kepolisian, tetapi setelah berhasil dibebaskan dengan cara tukar lokasi, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=141&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Benteng Willem 2 terletak di kota Ungaran, sekitar 1 jam perjalanan darat dari Semarang kearah Selatan. Benteng ini mudah dijumpai karena terletak dipinggir jalan utama. Kondisinya tidak terpelihara, cenderung terbengkalai dan tidak digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sebelumnya bangunan Benteng Willem 2 ini dimanfaatkan oleh keluarga kepolisian, tetapi setelah berhasil dibebaskan dengan cara tukar lokasi, tidak ada program pelestarian dan pemanfaatan yang jelas.</p>
<p>Melihat kondisi fisik bangunan yang relatif masih utuh, dan lokasinya yang strategis, Benteng Willem 2 mempunyai potensi yang cukup baik dan dapat dimanfaatkan dengan memasukkan fungsi baru. Beberapa kemungkinan pemanfaatan antara lain dialih-fungsikan menjadi hotel kecil, guest house, museum, pusat pelatihan, atau didekatkan dengan kehidupan masyarakat sekitar dengan menjadikannya obyek wisata dan diisi dengan kegiatan sosial-budaya masyarakat secara terstruktur.</p>
<p>Pada jaman globalisasi seperti saat ini, bangunan pusaka dan keunikan lokal menjadi modal penting untuk bersaing dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/1-otw-2-ungaran.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-142" style="border:0 none;" title="1- otw 2 ungaran" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/1-otw-2-ungaran.jpg?w=150&#038;h=99" alt="1- otw 2 ungaran" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/2-arriving.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-143" style="border:0 none;" title="2- arriving .." src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/2-arriving.jpg?w=150&#038;h=99" alt="2- arriving .." width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/3-front-side.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-144" style="border:0 none;" title="3- front side" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/3-front-side.jpg?w=150&#038;h=99" alt="3- front side" width="150" height="99" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/4-main-gate.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-145" style="border:0 none;" title="4- main gate" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/4-main-gate.jpg?w=99&#038;h=150" alt="4- main gate" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/5-detail-of-main-gate.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-146" style="border:0 none;" title="5- detail of main gate" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/5-detail-of-main-gate.jpg?w=99&#038;h=150" alt="5- detail of main gate" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/6.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-147" style="border:0 none;" title="6-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/6.jpg?w=99&#038;h=150" alt="6-" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/7.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-148" style="border:0 none;" title="7-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/7.jpg?w=99&#038;h=150" alt="7-" width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/8.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-149" style="border:0 none;" title="8-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/8.jpg?w=150&#038;h=99" alt="8-" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/10.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-151" style="border:0 none;" title="10-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/10.jpg?w=150&#038;h=99" alt="10-" width="150" height="99" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/15-old-well.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-156" style="border:0 none;" title="15- old well .." src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/15-old-well.jpg?w=99&#038;h=150" alt="15- old well .." width="99" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/11.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-152" style="border:0 none;" title="11-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/11.jpg?w=99&#038;h=150" alt="11-" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/12.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-153" style="border:0 none;" title="12-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/12.jpg?w=99&#038;h=150" alt="12-" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/13.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-154" style="border:0 none;" title="13-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/13.jpg?w=99&#038;h=150" alt="13-" width="99" height="150" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/14.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-155" style="border:0 none;" title="14-" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/14.jpg?w=99&#038;h=150" alt="14-" width="99" height="150" /></a></p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=141&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2009/08/27/willem2-ungaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/1-otw-2-ungaran.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1- otw 2 ungaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/2-arriving.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">2- arriving ..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/3-front-side.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">3- front side</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/4-main-gate.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">4- main gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/5-detail-of-main-gate.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">5- detail of main gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/6.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">6-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/7.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">7-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/8.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">8-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/10.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">10-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/15-old-well.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">15- old well ..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/11.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">11-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/12.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">12-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/13.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">13-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2009/08/14.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">14-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sawahlunto</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/09/03/sawahlunto/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/09/03/sawahlunto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 16:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya sebuah kota tambang yang ramai. Rumah sakitnya pernah menjadi yang terbesar di Sumatera. Kemudian, cadangan batubara habis. Tambang Ombilin ditutup. Sekarang, Sawahlunto, kota kecil dengan penduduk 56.000 orang, punya beberapa museum yang baik, tata kota yang rapih dan menjadi salah satu contoh kota pusaka di Indonesia.
  
1867, Van Greve, ahli geologi Belanda, menemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=119&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awalnya sebuah kota tambang yang ramai. Rumah sakitnya pernah menjadi yang terbesar di Sumatera. Kemudian, cadangan batubara habis. Tambang Ombilin ditutup. Sekarang, Sawahlunto, kota kecil dengan penduduk 56.000 orang, punya beberapa museum yang baik, tata kota yang rapih dan menjadi salah satu contoh kota pusaka di Indonesia.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-goedang-ransoem.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-120" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-goedang-ransoem.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-kereta-api.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-121" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-kereta-api.jpg?w=128&#038;h=85" alt="" width="128" height="85" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-lubang-suro.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-122" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-lubang-suro.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>1867, Van Greve, ahli geologi Belanda, menemukan batubara di Sawahlunto. Sejak saat itu didatangkan banyak orang oleh Belanda sebagai pekerja tambang, temasuk <em>political prisoners</em> dan <em>criminals</em>, yang kemudian populer dengan sebutan orang rantai -karena mereka bekerja diikat dengan rantai dikakinya. Lubang Soegar dianggap sebagai lubang tambang pertama yang dibuka oleh Belanda. Saat ini Lubang Soegar dinamakan Lobang Tambang Mbah Soero, untuk menghormati seorang Jawa bernama Soerono yang diangkat menjadi mandor disitu pada awal abad 20.</p>
<p>Menurut informasi, suatu saat jumlah pekerja di Sawahlunto pernah mencapai 12.000 orang. Pada awalnya, Belanda mengontrak pihak ketiga untuk menyiapkan pasokan makanan sehari-hari untuk para pekerja. Tetapi kemudian, karena kisruh dengan pemasok, Belanda memutuskan untuk memasak sendiri.</p>
<p>1918, Belanda membangun sebuah Dapur Umum yang besar. Dapur ini sanggup memasak makanan sampai 3,9 ton beras per hari, dan kompleksnya dilengkapi dengan gudang padi, penggilingan padi, generator uap, tungku pembakaran, pabrik es, rumah potong hewan dan rumah karyawan.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-126" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/dapur-umum.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-127" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/dapur-umum.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/menara-uap.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-128" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/menara-uap.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak-inside.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-129" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak-inside.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-energi.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-130" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-energi.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/batu-nisan.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-131" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/batu-nisan.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a></p>
<p>Dapur ini memasok makanan bagi seluruh pekerja tambang, para pegawai Belanda, buruh kontrak, pasien rumah sakit dan orang-orang yang tidak mampu membayar pajak kepada Belanda.</p>
<p>Pada masa pendudukan Jepang sampai menjelang kemerdekaan, Dapur Umum tetap berfungsi sebagai pemasok makan bagi pekerja tambang dan tentara. Tetapi setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengelola tambang Ombilin, kompleks Dapur Umum beralih fungsi menjadi kantor administrasi. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai tempat pengetikan.</p>
<p>1960-1970, Dapur Umum menjadi sekolah setingkat SMP. Setelah itu fungsinya berubah lagi menjadi perumahan bagi karyawan pertambangan. Fungsi hunian ini berjalan sampai tahun 2005, sebelum akhirnya diresmikan menjadi Museum Goedang Ransoem pada 17 Desember 2005.</p>
<p>Museum Goedang Ransoem merupakan salah satu museum yang ada di Sawahlunto, selain Museum Kereta Api dan Lobang Tambang Mbah Soero.</p>
<p>… pada saat perjalanan dengan bis dari Bukittinggi ke Sawahlunto, saya bertanya-tanya, <em>is it worth the trip that will take me at least 2,5 hours?</em> Apa yang akan saya lihat pada kota kecil ini?</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/main-street-swlt.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-123" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/main-street-swlt.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/halte.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-125" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/halte.jpg?w=128&#038;h=85" alt="" width="128" height="85" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/pusat-kota-swlt.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-124" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/pusat-kota-swlt.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>Ternyata, kota kecil ini memberikan jawaban sendiri. Sejarah, menjadi bagian yang hidup dan menghidupi Sawahlunto saat ini. Tambang batubara, kalau dulu menjadi sumber penghidupan maka, sekarang, bekas tambang menjadi sumber yang baru. <em>Political will</em> dan <em>action plan</em> walikota beserta jajarannya berhasil membawa kota kecil ini selangkah lebih maju dari kota lain, terutama dalam hal memanfaatkan sejarah dan pusaka kota.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/warung-depan-museum.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-132" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/warung-depan-museum.jpg?w=128&#038;h=85" alt="" width="128" height="85" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/layer-dibalik-pusat-kota.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-133" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/layer-dibalik-pusat-kota.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/bekas-gedung-opera.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-134" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/bekas-gedung-opera.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p>Menurut hemat saya, tantangan terbesar saat ini adalah apakah pembaruan ini dapat menghidupi masyarakatnya. Apakah kota ini memberikan kesempatan bagi penduduknya untuk berkarya, tumbuh dan berkembang bersama museum-museum dan tatakota yang bersih-rapih ..</p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=119&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/09/03/sawahlunto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-goedang-ransoem.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-kereta-api.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/museum-lubang-suro.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/dapur-umum.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/menara-uap.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-masak-inside.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/tungku-energi.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/batu-nisan.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/main-street-swlt.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/halte.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/pusat-kota-swlt.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/warung-depan-museum.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/layer-dibalik-pusat-kota.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/09/bekas-gedung-opera.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ayasofya</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/06/18/ayasofia/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/06/18/ayasofia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 17:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[
Hagia Sophia of Theodosius, was burned down in the fire of Nika Revoli in 532 AD during the reign of Justinian. The same year Justinian ordered to build a new basilica the one we can see today and only five years later, 537 AD it was opened to public. The architects of this new basilica [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=98&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-97" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofia.jpg?w=497&#038;h=255" alt="" width="497" height="255" /></a></p>
<p><em>Hagia Sophia of Theodosius, was burned down in the fire of Nika Revoli in 532 AD during the reign of Justinian. The same year Justinian ordered to build a new basilica the one we can see today and only five years later, 537 AD it was opened to public. The architects of this new basilica was Isidorus from Miletus (Soke) and Anthemious from Tralles (Aydn). In the year 1453, with the conquest of Istanbul, Sultan Mehmed the Conqueror converted the church into a mosque. To strengthen up the building during the Turkish period architect Sinan did significant work in Hagia Sophia. During the reign of Sultan Abdulmecid (1839-1861) de Fossati brothers made various restorations in building. Hagia Sophia the legacy of both Christian and Muslim culture was opened for visits as a museum according to the order of Ataturk and he decision of the Turkish Assembly of Minister on 1st of February 1935. The Hagia Sophia museum was included in the list of UNESCO World&#8217;s heritage. The activities of the museum are supervised and supported by the Ministry of Culture of the Republic of Turkey.</em></p>
<p>Tulisan diatas adalah duplikat penuh dari plakat yang ada dipintu masuk Hagia Sophia (lokal: Ayasofya), termasuk tanda baca dan kesalahan tata bahasanya. Tetapi bukan itu, yang penting adalah bahwa sejarahnya mencatat siapa arsitek-arsitek yang terlibat dalam perancangan, dan renovasi perbaikan Ayasofya beberapa ratus tahun kemudian. Menurut saya ini contoh yang baik untuk ditiru di indonesia.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/text-ayasofya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-117" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/text-ayasofya.jpg?w=497&#038;h=405" alt="" width="497" height="405" /></a></p>
<p>Sedikit tentang sejarah arsitekturnya, banyaknya ragam hias menjadi karakter arsitektur eklektik pada awal perioda Byzantium. Khusus pada bangunan gereja, terdapat dua tipe utama yaitu basilika dan kubah. Tipe basilika dicirikan oleh ruang lengkung panjang berkolom (colonnade) beratap (biasanya) kayu dan berujung pada atap setengah lingkaran. Tipe kubah adalah tipe dimana seluruh ruang-ruang utama berada dibawah satu kubah utama. Tipe kubah ini populer dan menjadi dominan selama perioda Byzantium (330-1453).</p>
<p>Hagia Sophia di Konstantinopel (sekarang Istanbul), dibangun pada jaman Kaisar Justinian I selama lima tahun dan diresmikan pada tahun 537, merupakan  contoh utama dari tipe kubah. Sisi luar bangunan merupakan paduan massa yang sederhana tetapi, seperti halnya gereja-gereja jaman Byzantium, justru ruang dalam dirancang dengan penuh keramaian ragam hias. Di Hagia Sophia, arsitek Anthemious dan Isidorus dianggap telah menciptakan salah satu ruang dalam terbaik didalam sejarah arsitektur. Kubah utama berdiameter 100 meter didirikan pada ketinggian sekitar 56 meter dari lantai, dengan lingkaran cahaya yang menerobos kedalam dari lubang-lubang jendela dibawahnya. Kubah utama yang asli sudah runtuh karena gempa bumi dan dibangun kembali pada tahun 563. Struktur penyangga utamanya adalah empat buah pendentive (spherical triangle), penemuan cerdas para arsitek jaman Byzantium.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive1.gif"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-105" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive1.gif?w=84&#038;h=96" alt="" width="84" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-106" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive2.jpg?w=128&#038;h=86" alt="" width="128" height="86" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-107" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive3.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-101" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-entrance.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-102" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-entrance.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-under-renovation.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-103" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-under-renovation.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ruin.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-104" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ruin.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a></p>
<p>Pada tahun 1453 kekaisaran Ottoman menguasai Konstantinopel dan Sultan Mehmed II mengubah gereja Hagia Sophia menjadi sebuah masjid. Pada perubahan ini bel-bel gereja, altar dan peralatan persembahan dipindahkan, tetapi hampir seluruh mosaik bergambar hanya ditutup plesteran saja. Terbukti kemudian kalau plesteran ini malah sangat membantu menjaga kelestarian mosaik tersebut. Pada kondisi awalnya, dinding-dinding dalam bangunan seluas sekitar 18.000 m2 dilapisi dengan mosaik dari marmer kualitas tinggi berwarna emas, hijau, biru dan merah..</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/big-dome.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-111" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/big-dome.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-112" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior1.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-113" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior2.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-114" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior3.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a></p>
<p>Yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa tidak ada perubahan orientasi bangunan baik pada masa digunakan sebagai gereja maupun sesudah dirubah menjadi masjid. Seperti diketahui, masjid mempunyai orientasi mutlak menghadap kearah kiblat yaitu Kabah di Mekah. Karena arah kiblat ini maka umumnya perubahan fungsi bangunan menjadi masjid meminta perubahan orientasi bangunan juga. Hal ini tidak terjadi pada Hagia Sophia. Ditempat bekas altar gereja digantikan oleh mihrab masjid. Dari beberapa informasi yang saya peroleh, saya menemukan sebuah alasan kuat yang mendukung. Gereja orthodox, seperti Hagia Sophia pada jaman Byzantium, juga dianggap mempunyai kiblat tertentu yaitu kearah Jerusalem, tempat Jesus dilahirkan. Kalau kita pelajari pada peta bumi maka, dari Istanbul, arah Jerusalem dan Mekah hampir segaris kearah yang sama. Perbedaan kecil ini memang terjadi dimana posisi akurat mihrab masjid tidak persis diatas bekas alter gereja, melainkan sedikit bergeser kearah kanan, sesuai dengan garis kiblat kearah Kabah di Mekah.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mihrab.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-115" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mihrab.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mji-map.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-116" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mji-map.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>Pada masa Sultan Salim II (1566-1577), Hagia Sophia menunjukkan gejala kerusakan sehingga dilakukan perbaikan and perkuatan dengan tambahan struktur pendukung di bagian luar. Renovasi ini dilakukan oleh arsitek lokal bernama Sinan. Selain struktur pendukung, ia juga menambahkan mesanin untuk ruang Sultan di dalam masjid, dua menara (minaret) dan, kemudian, kuburan (mausoleum) Sultan di luar masjid.</p>
<p>Mustafa Kemal Ataturk, presiden Turki pertama, pada tahun 1935 mengubah masjid Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Karpet besar penutup lantai dipindahkan sehingga lantai marmer asli digunakan kembali, dan plesteran penutup mosaik disekujur ruang dalam bangunan dibersihkan sehingga mosaik bergambar asli muncul kembali. Saat ini, hanya di dalam Hagia Sophia kita bisa melihat kaligrafi Islam berada bersama dengan gambar Jesus dan Bunda Maria.</p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<p><em>Hari ini, Sabtu, 5 juli 2008, ada 2 artikel di harian Kompas tentang Istanbul dan Hagia Sophia. Saya kutip artikel tersebut melengkapi cerita pada halaman ini.</em></p>
<p><strong>Istanbul<br />
Kemolekan Bizantium dan Ottoman</strong><br />
Sabtu, 5 Juli 2008<br />
Vincentia Hanni S.</p>
<p>Kemal berarti kesempurnaan. Itulah nama yang diberikan seorang guru ketika Mustafa berhasil menyelesaikan sekolah kadet militer. Mustafa tak memilih jalan hidup menjadi sarjana taat yang diharapkan Zubaidah, ibunya yang saleh. Jalan ini justru mengantarkan Mustafa membawa Turki keluar dari bayang-bayang the sickman of Europe.</p>
<p>Sikap Mustafa Kemal Ataturk sudah jelas. Saat diplomat-diplomat mengajak ia menjadi kampiun dunia Timur melawan dunia Barat, Mustafa dengan tegas menjawab, ”Saya bukan orang yang gandrung pada sebuah federasi seluruh bangsa Islam, juga bukan sebuah liga dari seluruh bangsa Turki di bawah kekuasaan Soviet. Tujuan saya hanyalah menyelamatkan kemerdekaan Turki, bukan untuk menghidupkan kembali Kerajaan Ottoman ataupun lainnya. Buanglah jauh-jauh mimpi dan khayalan itu!”</p>
<p>Kemal memang tak ingin kembali ke masa kejayaan Ottoman, juga keemasan Bizantium. Ia ingin melihat Turki yang maju, Turki yang modern. Bahkan, ketika tudingan Turki lebih condong ke Barat, Kemal tetap tak menggubris.</p>
<p>Turki kini memang berubah. Wajah modern terlihat di setiap sudut kota Istanbul, salah satunya. Gedung-gedung bertingkat puluhan berdiri dengan gagah mengimbangi kekokohan masjid-masjid besar buatan abad ke-17 dan ke-18 dengan kubah dan menara menjulang di sana-sini kota Istanbul.</p>
<p>Jalan-jalan layang sudah dipadati dengan mobil-mobil aneka merek, baik buatan Eropa maupun Jepang. Kafe-kafe kecil ataupun besar bertebaran di pinggir-pinggir jalan.</p>
<p>Mal-mal yang tersebar di kota Istanbul pun memamerkan kemewahan Barat. Grand Kanyon, salah satunya, merupakan mal mewah yang dibangun mirip seperti ngarai cantik Grand Canyon. Kemacetan pada jam berangkat dan pulang kerja pun sudah pemandangan lazim setiap hari bagi warga Turki. Meski macet, tak pernah terdengar teriakan suara klakson.</p>
<p>Bagi warga yang tak punya mobil, subway yang cepat dan modern sudah tersedia. Tinggal lihat peta, lalu cari jalur subway terdekat dan tinggal memilih akan turun di mana.</p>
<p>Transportasi terbilang mudah di Istanbul. Jika tak ingin naik subway, bisa juga naik bus dengan melihat rute bus yang ada di kaca depan.</p>
<p>Seperti kondisi negara-negara sibuk, semua orang berjalan cepat dan tak banyak orang duduk-duduk nongkrong di pinggir jalan. Kalau ingin ngobrol, mereka biasanya duduk di kafe-kafe sambil menikmati teh Turki dan makan doner dari daging domba.</p>
<p>”Wah, waktu saya ke sini, dollar AS masih beberapa ribu lira. Sekarang 1 lira hampir sama dengan 1 dollar AS,” ujar seorang teman yang berasal dari Indonesia. Memang banyak yang terkejut karena mata uang lira Turki ternyata sama kuatnya dengan dollar AS. Kalau memecah 100 dollar AS, ternyata hanya dapat 118 lira Turki.</p>
<p><strong>Kemolekan tak tersembunyikan</strong></p>
<p>Namun, di balik wajah modern Istanbul itu, kemolekan masa Bizantium dan Ottoman tak pernah bisa disembunyikan. Pun kecantikan alam Istanbul yang dibelah Selat Bosphorus.<br />
Istanbul adalah kota besar Turki dengan total area 5.712 kilometer dan berpenduduk 12 juta orang. Turki terbelah oleh sebuah jembatan besar Bogazici Koprusu yang membentang di atas Selat Bosphorus. Jembatan ini merupakan penghubung antara daratan Asia dan daratan Eropa yang menjadi bagian dari negara Turki.</p>
<p>Di sebelah utara Istanbul berbatasan dengan Laut Hitam, sebelah timur dengan wilayah Kocaeli dan Laut Marmara, serta sebelah barat dengan wilayah Tekirdag dan Kirklaeri. Marmara terkenal sebagai Princes Islands.</p>
<p>Di timur Bosphorus, bukit- bukit indah membentang, seperti Aydos dekat Kartal, Bukit Calomca di timur Uskudar merupakan tempat-tempat wisata yang cantik. Hutan-hutan mengelilingi kota secara sporadis, seperti Hutan Belgrad yang berada 20 kilometer di utara kota Istanbul.</p>
<p>Kota Istanbul memang memiliki pemandangan yang sangat impresif, di satu sisi didominasi oleh kecantikan Golden Horn dan Selat Bosphorus. Golden horn adalah muara sungai yang berbentuk seperti tanduk yang gemerlap. Ia adalah muara yang memisahkan kota. Golden Horn adalah teluk kecil di dalam daratan Eropa kota Istanbul. Golden Horn merupakan salah satu dari pelabuhan alam terbaik di dunia.</p>
<p>Di era Bizantium Golden Horn merupakan pelabuhan komersial terkenal yang paling sibuk. Pada tahun 1453 Fatih Sultan Mehmet II yang pandai mengunjungi tempat ini dengan menarik semua armadanya melintasi rawa-rawa hingga ke bukit di belakang Galata dan masuk ke Horn.</p>
<p>Fatih menaklukan kerajaan Bizantium dan menaklukan kota. Menurut sebuah legenda, Golden Horn mendapat namanya karena pada saat penaklukan, orang-orang Byzantines yang melarikan diri membuang semua harta mereka ke dalam sungai. Namun, cerita yang lebih umum mengatakan, nama itu diberikan karena cahaya emas yang keluar dari sungai saat matahari tenggelam.</p>
<p>Selat Bosphorus yang berada antara Laut Hitam di sebelah utara dan Marmara di sebelah selatan menjadikannya urat nadi penting navigasi global. Pasukan bersenjata dan para politisi telah berperang tiada habisnya, seperti Perang Trojan pada tahun 1200 sebelum Masehi di tempat ini. Pada milenium berikutnya, Bosphorus menjadi pelayan bagi banyak tuan, mulai dari Yunani, Persia, Roma, Bizantium, dan sejak 1453 Turks.</p>
<p>Sejak 1936 Perjanjian Montreux menjadikan Selat Bosphorus menjadi salah satu dari jalan laut tersibuk di dunia dengan rata-rata 50.000 kapal melintas setiap tahunnya. Atau bisa disebut empat kali lebih besar daripada Terusan Panama.</p>
<p>Melintas di sepanjang Selat Bosphorus dengan kapal kayu bermesin sungguh menakjubkan. Apalagi, jika matahari mulai tenggelam, bangunan-bangunan tua yang cantik terlihat semakin ayu. Dolmahbahce Palace, Rumeli Fortress, dan Beylerbeyi Palace semakin indah bila dipandang dari selat.</p>
<p>Di antara Bosphorus dan Golden Horn terbentang Semenanjung Sultanahmet, pusat dari kota tua. Di semenanjung ini monumen-monumen terbagus, seperti masjid, gereja, dan istana, tersebar di area ini. Lima pilar sejarah Istanbul yang utama adalah Topkapi Palace, Blue Mosque, Haghia Sophia, Hippodrome, dan Basilica Cistern. Basilica Cistern atau Yerebatan Sarayi adalah istana yang dibangun di bawah tanah.</p>
<p>Di dekat mereka sebuah pasar besar yang sangat legendaris, Kapali Carsi atau sering juga disebut Grand Bazaar. Ini adalah pasar terbesar di Istanbul yang dibangun oleh Mehmet II pada tahun 1461 untuk mendukung para pedagang agar bisa berdagang secara aman. Di sini mau belanja apa saja ada, mulai dari souvenir, karpet, tekstil indah, jaket kulit, hingga lampu-lampu hias yang cantik. Tentu harus pandai-pandai menawar.</p>
<p>Istanbul memang seperti Salome yang berdansa dengan tujuh selendangnya. Ia telah memesona semua laki-laki terbesar dalam sejarah, mulai dari Justinian, Constantine, hingga Mehmet sang penakluk. Mereka telah membuatnya menjadi ratu kejayaan mereka.</p>
<p>Namanya pun berubah-ubah, mulai dari Bizantium, Constantinopel, hingga Istanbul. Istanbul akan selalu cantik, mulai dari kepala hingga ujung kakinya. Tertarik untuk menikmati kecantikan Istanbul?</p>
<p><strong>Evolusi Sang Hagia Sophia</strong><br />
Sabtu, 5 Juli 2008<br />
Vincentia Hanni S.</p>
<p>Kecantikan Hagia Sophia Katedral mengundang banyak turis pasti menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Kini bernama Ayasofya Museum. Letaknya tak jauh dari Blue Mosque, hanya dipisahkan oleh Jalan Yerebatan Oad untuk bisa mencapai Hagia Sophia atau Ayasofya.</p>
<p>Dari jauh bangunan berkubah warna merah bata dengan empat menara di sebelah kiri dan kanannya pasti mengundang orang masuk ke dalamnya. Luas Hagia Sophia sekitar 7.570 meter persegi, disebut-sebut sebagai gereja terbesar keempat di dunia. Interior didominasi kubah dengan tinggi 55,60 meter persegi. Terdapat 40 jendela di sana.</p>
<p>Pintu gerbang bergaya Barat menjadi pintu masuk yang akan mengarahkan pengunjung ke lobi luar bangunan Hagia Sophia. Setidaknya ada lima gerbang utama masuk ke lobi.</p>
<p>Dari lobi menuju ke bangunan utama gereja melalui sembilan pintu gerbang kayu yang kokoh, tiga gerbang utama merupakan pintu kekaisaran. Dari gerbang utama, pengunjung bisa melihat gambar Yesus yang dibuat pada abad kesembilan. Pada sisi kiri dan kanannya terlihat gambar Bunda Maria dan malaikat Gabriel. Gambar mosaik itu diapit oleh tulisan Arab Allah dan Muhammad di kiri kanannya.</p>
<p>Sebelum masuk ke dalam bangunan Hagia Sophia atau Ayasofya ini, di bagian depan bangunan terdapat beberapa batu yang berada di kedalaman 2 meter. Menurut sejarahnya, itulah puing-puing dari bangunan kedua Gereja Hagia Sophia.</p>
<p>Hagia Sophia pertama kali dibangun antara 325 sampai 360 Masehi. Konstruksi dibangun selama pemerintahan Constantine dan diselesaikan oleh putranya, Constantius, pada tahun 337-361 Masehi. Ia menjadi gereja terbesar di kota ini yang dikenal sebagai Megalo Ekklesia. Nama Hagia Sophia atau Kebijaksanaan Rahasia diabadikan pada abad kelima dan nama inilah yang dikenal pada masa Byzantine, Turki, hingga era Ayasofya.</p>
<p>Gereja pertama berupa basilica berdinding batu dengan atap dari kayu. Hagia Sophia dibuka untuk menjadi tempat ibadah pada 15 Oktober tahun 360 Masehi. Kemudian Hagia Sophia dibakar oleh para pemberontak pada abad kelima. Ia dibakar oleh masyarakat yang marah karena dari pembuangan Uskup Konstantinopel, Iohannes Khrysostomos, ke Arcadius. Uskup ini dibuang karena protesnya terhadap kekaisaran perempuan. Pemberontakan terjadi 20 Juni tahun 404 Masehi.</p>
<p>Theodosius II pada tahun 408-450 Masehi memilih arsitek Roufinos untuk membangun kembali gereja. Akhirnya Hagia Sophia kembali dibangun dan dibuka sebagai tempat ibadah pada 8 Oktober 415 Masehi. Hanya dalam waktu singkat bangunan kedua ini kembali dibakar pada masa pemberontakan Nika, 13 Januari 532 Masehi. Puing-puing gereja kedua ditemukan kembali pada saat penggalian 1935. Akan tetapi, penggalian tidak dilanjutkan karena dikhawatirkan akan merusak substruktur dari bangunan yang ada sekarang.</p>
<p>Justinian memerintahkan untuk membangun gereja baru yang sangat menakjubkan dan belum pernah dibuat sebelumnya. Ia pun memilih dua arsitek paling terkenal pada masa itu, yaitu Anthemios dari Tralles dan Isidoras dari Miletus. Berangkat dari pengalaman sebelumnya, kayu dihindari dipakai sebagai konstruksi.</p>
<p>Marmer-marmer mahal dibawa dari semua penjuru kerajaan, kolum-kolum sebagai interior dibawa dari candi-candi di Baalbek, Heliopolis, Ephesus, dan Delphi, sedangkan pilar putih dibuat di Proconessos, pilar hijau dari Tesselian, emas dari Lybian, merah muda dari Phrygian, dan warna gading dari marmer Cappadocian. Dinding utama, kubah, dan lorong-lorong dibangun dari batu bata. Konstruksi ini memakan waktu lima tahun dengan 1.000 tukang yang ahli dan 10.000 orang buruh.</p>
<p>Namun, sayang, Hagia Sophia kembali runtuh akibat gempa bumi yang merusak strukturnya pada tahun 558 Masehi.</p>
<p>Pada masa penaklukan Turki di Istanbul 1453, Mehmet II menemukan runtuhan gereja ini. Sang penakluk memimpin shalat Jumat di Hagia Sophia dan memerintahkan untuk mengubahnya menjadi masjid. Kemudian, mimbar ditambahkan. Struktur utama dan mosaik dari interior dibiarkan tetap tak diubah.</p>
<p>Hagia Sophia dideklarasikan sebagai monumen nasional dan menjadi museum oleh Mustafa Kemal Ataturk pada 24 Oktober 1934. Evolusi Hagia Sophia menjadi Ayasofya Museum menggambarkan hal yang sama, evolusi kota Istanbul.</p>
<p>:: Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=98&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/06/18/ayasofia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/text-ayasofya.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive1.gif?w=84" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive2.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/pendentive3.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya2.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-entrance.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ayasofya-under-renovation.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/ruin.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/big-dome.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior1.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior2.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/interior3.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mihrab.jpg?w=64" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/06/mji-map.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>fort amsterdam</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/23/fort-amsterdam/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/23/fort-amsterdam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 09:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ambon]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>
		<category><![CDATA[pda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ke Ambon ini adalah bagian dari jadual kerja [pda] -Pusat Dokumentasi Arsitektur- pada proyek inventarisasi dan identifikasi benteng-benteng di Indonesia. Proyek besar ini direncanakan dengan 3 tahap dimana tahap1 adalah mendata seluruh benteng-benteng di Indonesia Timur, meliputi propinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat, kemudian pada tahap-tahap berikutnya untuk daerah Indonesia Tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=85&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perjalanan ke Ambon ini adalah bagian dari jadual kerja [pda] -Pusat Dokumentasi Arsitektur- pada proyek inventarisasi dan identifikasi benteng-benteng di Indonesia. Proyek besar ini direncanakan dengan 3 tahap dimana tahap1 adalah mendata seluruh benteng-benteng di Indonesia Timur, meliputi propinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat, kemudian pada tahap-tahap berikutnya untuk daerah Indonesia Tengah dan Barat.</p>
<p>Pada tahap 1 ini telah didata benteng-benteng yang masih ada dan ditemukan berjumlah 112 buah, sementara beberapa puluh lainnya sudah tinggal nama tanpa meninggalkan bekas lagi. Jumlah keseluruhan benteng di Indonesia Timur adalah sekitar 140-an buah.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/oldsketch.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-86" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/oldsketch.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-87" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam1.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-88" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>Salah satu benteng yang kondisinya masih baik adalah Fort Amsterdam. Benteng ini pernah dipugar oleh pemerintah, terletak di pulau Ambon, propinsi Maluku. Pada awalnya benteng adalah sebuah bangunan hunian yang terbuat dari kayu (blokhuis), dan pada tahun 1637 dipugar menjadi bangunan hunian dari batu. Sekitar tahun 1640 hunian ini dipugar lagi dan ditingkatkan menjadi sebuah benteng, diberi nama Fort Amsterdam. Benteng ini merupakan benteng kedua Belanda di pulau Ambon, setelah Kasteel Van Nerre yang dibangun di area bernama Seith.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-92" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance1.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/bastion.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-90" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/bastion.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewtosea.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-91" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewtosea.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewfromsea.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-89" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewfromsea.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>Bangunan benteng berbentuk bujur sangkar berukuran 52&#215;52 meter, terdiri dari 3 lantai dengan satu menara pengintai, tetapi menara sekarang sudah lenyap dan hanya tertinggal bekas-bekas pondasinya saja. Lantai dasar benteng dulu mempunyai sebuah ruang penjara dan fasilitas gudang mesiu, dan lantai atasnya difungsikan sebagai tempat tinggal tentara Belanda.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2a.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-94" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2a.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-93" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-95" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3a.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-96" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3a.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p>Dari sisi lokasi, Fort Amsterdam mudah dicapai baik melalui jalan darat maupun dari arah laut. Akses jalan darat melalui jalan beraspal dengan kondisi baik serta dilalui oleh kendaraan umum, dan benteng ini berbatasan langsung dengan laut Seram sehingga pencapaian dari arah laut sangat memungkinkan. Bangunannya sendiri dalam kondisi terpelihara dan, bila kita berada di lantai 3, mempunyai view 360 derajat yang istimewa (ke arah laut, bukit dan ke arah pemukiman penduduk). Sedikit diluar pagar benteng terdapat bangunan kecil yang tampaknya direncanakan berfungi sebagai tempat informasi. Sayang fungsi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga tidak banyak yang dapat diperoleh dari sini.</p>
<p>Potensi Fort Amsterdam yang luar biasa sesungguhnya sangat layak untuk dimanfaatkan. Walaupun demikian, <em>kayaknya</em>, diperlukan usaha sangat keras dan dana besar supaya benteng ini bisa menjadi bagian yang hidup dan bermanfaat kedepan bagi masyarakat setempat.</p>
<p><strong>::</strong> Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=85&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/23/fort-amsterdam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/oldsketch.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam1.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/fortamsterdam.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance1.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/bastion.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewtosea.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/viewfromsea.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2a.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor2.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/floor3a.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>the time&#8217;s</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/the-times/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/the-times/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 10:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[  
Saat berada ditengah kota Kyoto, mendadak saya ingat Ando dan segera cari info apakah ada karyanya ditengah Kyoto. Ternyata ada beberapa, tetapi yang paling dekat adalah The Time&#8217;s dipinggir kali Takasegawa. Karena waktu yang terbatas maka segera saya memisahkan diri dari rombongan dan pergi berlari beberapa blok ke The Time&#8217;s (1983-1984).
Penugasan awal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=77&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-78" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-79" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times1.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-80" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p>Saat berada ditengah kota Kyoto, mendadak saya ingat Ando dan segera cari info apakah ada karyanya ditengah Kyoto. Ternyata ada beberapa, tetapi yang paling dekat adalah The Time&#8217;s dipinggir kali Takasegawa. Karena waktu yang terbatas maka segera saya memisahkan diri dari rombongan dan pergi berlari beberapa blok ke The Time&#8217;s (1983-1984).</p>
<p>Penugasan awal yang diterima oleh Tadao Ando pada tahun 1983 adalah renovasi bangunan, tetapi dia tidak terlalu tertarik pada permintaan itu. Ando justru berpikir untuk merubah lingkungan di area tersebut dan, kemudian dengan caranya sendiri, mengusulkan untuk merenovasi blok, bukan hanya renovasi sebuah bangunan.</p>
<p>Bagaimanapun, langkah pertama adalah menerima penunjukan untuk renovasi bangunan, dan gagasan utama Ando adalah mengembangkan riverfront architecture. Sungai Takasegawa adalah sebuah sungai yang dangkal sehingga Ando membuat bukaan dan menyediakan tangga kearah sungai tersebut. Pemberi tugas merasa khawatir kalau terjadi banjir, tetapi Ando berkeras dia ingin mengeratkan hubungan (renovasi) bangunan dengan air (sungai). Dia ingin bangunan tersebut kelak seperti mengambang diatas air, seperti sebuah perahu diatas sungai.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times6.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-84" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times6.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-81" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times3.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times5.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-83" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times5.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times4.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-82" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times4.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p>Setelah selesai dengan renovasi gedung (1984) , yang kemudian disebut The Time&#8217;s, Ando kemudian merancang renovasi restoran Cina dibelakangnya, tanpa penugasan dari pemilik restoran tersebut! Dia kemudian mengunjungi pemilik restoran, mengutarakan gagasan renovasinya, dan pada akhirnya hanya mendapat marah dan omelan. Tetapi terus saja Ando mendekati si pemilik restoran selama 4 tahun sampai dia memperoleh persetujuan untuk merenovasi restoran tersebut. Berdirilah kemudian The Time&#8217;s 2 dengan gagasan design yang sama: mengembangkan hubungan bangunan dengan air (sungai) Takasegawa.</p>
<p>Berikutnya, dia sudah membuat gagasan renovasi gedung di belakang The Time&#8217;s 2 &#8230;</p>
<p><strong>::</strong> Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=77&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/the-times/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times1.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times2.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times6.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times3.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times5.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/times4.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>kyoto eki</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/kyoto-eki/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/kyoto-eki/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 08:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Kyoto sangat dikenal sebagai kota budaya di Jepang, seperti halnya Yogyakarta di Indonesia. Citra ini memang tidak timbul dalam sekejap. Kalau kita sempat berkeliling Kyoto maka hal ini tampak jelas melalui arsitekturnya yang terpelihara dengan baik, antara lain kuil-kuil besar, dan rumah-rumah tradisional yang kini banyak beralih fungsi menjadi penginapan atau ryokan.
   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=62&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">&#8230; Kyoto sangat dikenal sebagai kota budaya di Jepang, seperti halnya Yogyakarta di Indonesia. Citra ini memang tidak timbul dalam sekejap. Kalau kita sempat berkeliling Kyoto maka hal ini tampak jelas melalui arsitekturnya yang terpelihara dengan baik, antara lain kuil-kuil besar, dan rumah-rumah tradisional yang kini banyak beralih fungsi menjadi penginapan atau <em>ryokan</em>.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-74" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-72" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto1.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-73" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-70" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pertama kali menginjakkan kaki kita akan terperangah. Dari bentang alam kota yang sepi dari <em>high rise</em>, tiba-tiba muncul kubus kaca berukuran sangat besar dengan tinggi menyaingi Kyoto  Tower dihadapannya. Ukuran stasiun ini adalah panjang 470 meter, lebar 27 meter dan tinggi 60 meter. <em>Design</em>-nya memaksimalkan penggunaan struktur baja dan dinding-dinding kaca yang luas. Bandingkan dengan kuil-kuil kayu dan batu yang bertebaran di kota itu! Arsiteknya mengatakan bahwa ini adalah simbol sebuah gerbang penghormatan kepada sejarah. Salah satu perujudannya adalah memantulkan kesibukan kota pada dinding kaca sebagai interaksi dengan arsitektur Kyoto tua.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/rearfacade.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-75" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/rearfacade.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /> </a><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-71" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /> </a><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/vista.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-64" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/vista.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade.jpg"></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Berbeda dengan ruang-ruang tradisional Jepang yang umumnya tertutup dan bersekat-sekat <em>shoji</em>, ruang-ruang pada stasiun ini sangat modern dan terbuka. Ruang-ruang individual gaya lama tersebut ditinggalkan dan diganti oleh ruang bersama terbuka gaya <em>mall</em> di Amerika. Ruang macam ini memang kemudian menjawab kebutuhan stasiun dalam konteks kekinian yang modern, cepat dan tidak berdiri sendiri. Orientasi ruang menjadi lebih mudah dibaca, dan hal ini sangat diperlukan bagi para pengguna stasiun.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-69" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade1.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance.jpg"> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-66" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrancearea.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-67" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrancearea.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entranceoutward.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-68" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entranceoutward.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kebiasaan lama yang juga ditinggalkan adalah merancang ruang utama hanya untuk fungsi stasiun. Disini kita tidak melihat itu. Bahkan bila kita berada didalam <em>hall</em> utama, kita tidak melihat rel kereta api sekalipun. Yang menonjol justru elemen-elemen sirkulasi seperti tangga, escalator yang menjulang, ruang-ruang terbuka yang besar untuk <em>meeting point</em>, serta berbagai akses menuju hotel, restauran atau menuju peron kereta api. Loket-loket penjualan karcis diletakkan di beberapa tempat sehingga kerumunan para pembeli tidak mengganggu arus keluar masuk. Harap dimengerti bahwa secara fungsional, stasiun ini memang dirancang untuk menjadi <em>hub</em> utama dari berbagai moda transportasi. Selain kereta api lokal, dan bis kota yang dengan jalur mengelilingi Kyoto, ada juga terminal bis yang dihubungkan langsung dengan bandara Kansai yang baru di Osaka. Jalur kereta api super cepat <em>shinkansen</em> antara Tokyo, Nagoya dan Osaka juga melalui stasiun ini. Jelas hal ini merupakan keputusan pemerintah daerah Kyoto untuk bertahan sebagai tujuan utama turis datang ke Jepang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kyoto-eki dibangun untuk memperingati 1200 tahun kekaisaran Heian dan dibuka untuk publik pada tahun 1997. Bangunan terdiri dari 16 lantai termasuk 3 lantai <em>basement</em>, diisi dengan berbagai fungsi lain seperti kantor pemerintah, kantor pos, museum, <em>department store</em>, hotel, teater, <em>shopping mall</em>, bioskop, restoran dan sebuah lantai observasi di atas. Luas keseluruhan lantai mencapai 238.000 m2. Dinding-dinding kaca membawa masuk cahaya matahari untuk penerangan siang hari, dan ruang-ruang dalam yang terbuka memberikan kesempatan para pengguna stasiun untuk tetap dapat melihat ruang luar. Pada malam hari dinding kaca ini menjadi layar transparan besar yang memperlihatkan cahaya dan denyut kegiatan didalam stasiun.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pembangunannya diawali dengan suatu sayembara <em>design</em>. Sebuah panitia yang terdiri dari wakil-wakil masyarakat umum, pemerintah daerah Kyoto, masyarakat industri dan perusahaan kereta api, menyelenggarakan sayembara internasional yang dimenangkan oleh arsitek lokal Hiroshi Hara. Ia dianggap paling memuaskan dalam menjawab tujuan sayembara yaitu peremajaan kota tua, revitalisasi sistem transportasi publik, dan menyediakan akomodasi terpadu bagi turis. Coba bandingkan dengan stasiun Beos di Jakarta Kota. Ia mempunyai posisi yang mirip dengan stasiun Kyoto lama, dan dengan kota tua Jakarta yang pada saat ini sedang diremajakan, akankah kita juga menyelenggarakan sebuah sayembara revitalisasi Beos?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Stasiun karya Hara-san ini pada dasarnya berbentuk segi-empat dengan penutup atap transparan. Komposisi ruang dalam yang mengalir tanpa sekat dan <em>void</em> yang sangat besar menghasilkan ruang hampa yang terbuka ke langit. Sedikitnya seakan-akan<span> </span>menggambarkan kota Kyoto itu sendiri: jaringan jalan kota yang sibuk, ruang kota yang bebas mengalir tanpa kehadiran pencakar langit, kuil-kuil dengan skala yang dramatis, dengan perbukitan disekeliling kota sebagai batas vertikal. Hiroshi Hara dengan berani menggunakan berbagai komponen arsitektur modern seperti <em>façade</em> kaca, struktur baja <em>exposed</em>, <em>atrium </em>sebuah <em>mall</em>, dan pusat transportasi berteknologi mutakhir berdampingan dengan arsitektur Kyoto tua yang lemah lembut dan tertutup. Ia mengatakan “<em>Simply put, the new </em><em>Kyoto</em><em> Station is in a way sub-culture … culture for everyone! Popular architecture &#8230;</em>”</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-65" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-63" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium1.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/skywalk.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-76" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/skywalk.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pada atap stasiun diletakkan sebuah <em>skywalk</em>, yaitu jembatan dengan konstruksi baja yang digantung pada ketinggian 55 meter dari lantai utama stasiun. Jembatan ini menghubungkan sebuah taman angkasa di sisi Barat dengan hotel di sebelah Timur. Orang bisa mencapai jembatan ini melalui <em>escalator</em> yang curam. Jadi, jembatan ini sengaja dibuat untuk penggunanya menikmati arsitektur bangunan. Pemakai jembatan akan mengalami perubahan irama yang teratur antara warna struktur besi yang gelap dan cahaya terang dari dinding kaca, dan sesekali mengintip secercah pemandangan kota Kyoto dari atas.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tetapi yang paling mengesankan adalah keberhasilan stasiun ini menjadi pusat transportasi yang nyaman. Berbeda sekali dengan stasiun-stasiun di negara kita yang umumnya kumuh dan hanya dijadikan tempat sekedar lewat. Sesungguhnya bangunan stasiun harus <span> </span>dirancang untuk menjadi tempat yang nyaman dan indah sebagai wadah pusat informasi dan sirkulasi. Syukur kalau kemudian bisa menjadi <em>tengeran</em> seperti halnya stasiun Kyoto ini, karena akan menjadi salah satu orientasi dalam membaca sebuah kota.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>::</strong> Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=62&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/05/04/kyoto-eki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto1.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/kyoto2.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade2.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/rearfacade.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/vista.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/frontfacade1.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrance.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entrancearea.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/entranceoutward.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/atrium1.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/05/skywalk.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>fallingwater</title>
		<link>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/04/14/fallingwater/</link>
		<comments>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/04/14/fallingwater/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 11:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thesmalljourney</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thesmalljourney.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ziarah arsitektur ke rumah legendaris ini sangat saya nikmati. Walaupun saya datang pada musim dingin, tetapi kehangatan ruang-ruang dalam rumah ini tetap bisa dirasakan. Emosi almarhum Frank Lloyd Wright yang dicurahkan kedalam rancangan ini tetap terasa, apalagi dengan perhatiannya yang khas pada detail furniture. Sayang ada peraturan yang melarang mengambil gambar interior.
 
Saya ‘nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=53&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Perjalanan ziarah arsitektur ke rumah legendaris ini sangat saya nikmati. Walaupun saya datang pada musim dingin, tetapi kehangatan ruang-ruang dalam rumah ini tetap bisa dirasakan. Emosi almarhum Frank Lloyd Wright yang dicurahkan kedalam rancangan ini tetap terasa, apalagi dengan perhatiannya yang khas pada detail furniture. Sayang ada peraturan yang melarang mengambil gambar interior.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-59" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> <a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-60" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-1.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p>Saya ‘nggak ingin mengulang cerita dan memperlihatkan sudut-sudut gambar yang banyak dan mudah kita temui di internet. Tetapi salah satu hal yang menarik perhatian adalah bahwa cantilever teras utama yang dramatis itu sudah defleksi (melendut) diatas batas normal. Ternyata, berdasarkan informasi yang saya peroleh, pak Edgar Kaufmann sendiri sebagai pemilik rumah, sudah prihatin dengan kondisi ini dan melakukan penyelidikan pada tahun 1941, hanya 4 tahun setelah rumah ini selesai dibangun.</p>
<p>Pada tahun 1963, tapak dan bangunan ini dipercayakan kepada Western Pennsylvania Conservancy (WPC) untuk dilestarikan. Mereka meneruskan usaha memantau kekuatan struktur bangunan, dan pada tahun 1994 menunjuk biro insinyur Robert Silman Associates (RSA) -dikenal sebagai biro yang aktif dalam pekerjaan pelestarian- untuk membantu perkuatan struktur. Sejak rumah ini dibangun sudah muncul pertanyaan tentang detail konstruksi cantilever, khususnya pada jumlah, ukuran dan komposisi tulangan betonnya. Cara yang paling cepat dan sederhana adalah mengupas beton dan mempelajari isinya; tetapi sebagai bangunan yang dilindungi di Amerika, cara ini ditolak karena akan menghilangkan material asli yang dipakai. RSA mengusulkan pemeriksaan 4 tahap tanpa merusak yaitu, pemeriksaan dokumen perancangan asli, pemeriksaan gambar-gambar teknis perubahan di lapangan termasuk as-built drawings, penggunaan radar dan test ultrasonic untuk memastikan ukuran dan komposisi tulangan beton, serta analisa komputer tentang kekuatan struktur. Pemeriksaan ini menghasilkan kesimpulan bahwa kondisi (beton) teras tersebut baik, defleksi beton yang terjadi sesuai dengan simulasi yang dibuat oleh komputer tetapi, celakanya, defleksi ini diduga akan terus terjadi sampai teras tersebut runtuh. Kesimpulan akhir pemeriksaan ini menyatakan bahwa defleksi terjadi bukan karena kesalahan konsep strukturnya melainkan pada detail rancangan perkuatan konstruksinya.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-61" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a></p>
<p>Diputuskan kemudian untuk memperkuat sistem konstruksi teras ini; pada tahun 1997 dipasang perkuatan sementara dibawah lantai teras dengan konstruksi rangka baja. Perkuatan ini masih ada pada saat saya berkunjung 3 tahun kemudian. Masalah lain yang terjadi adalah kelembaban dan rembesan air. Ini terjadi tidak saja pada lantai teras tersebut tetapi juga pada bagian-bagian lain dari rumah. Hal ini mudah dipahami karena banyak detail arsitektur yang mempertemukan elemen-elemen bangunan (antara lain plat atap, lantai, kusen, tangga) langsung dengan batu alam atau tanah asli di lokasi. Karena hal ini maka selalu terjadi kerenggangan pada detail pertemuan-pertemuan tersebut, dan dipecahkan dengan menggunakan sistem waterproofing khusus.</p>
<p><a href="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kabel-baja.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-57" src="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kabel-baja.jpg?w=128&#038;h=74" alt="" width="128" height="74" /></a></p>
<p>Perkuatan sistem struktur dilakukan menggunakan kabel baja dengan teknik post-tension. Agar perbaikan tidak merusak material asli, perkuatan ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi yang ada, tidak untuk mengembalikan posisi teras ke kondisi awal (Eric Lloyd Wright, arsitek, cucu FLW, menyatakan bahwa yang paling penting dari bangunan eyangnya adalah ruang didalam dan diluar bangunan, tidak pada apa yang ada didalam struktur lantainya). Prinsip perkuatan ini adalah meletakkan kabel baja baru sepanjang balok teras existing sedemikian rupa sehingga tidak melebihi ketebalan balok dan plat lantai, dan menariknya sampai mencapai tegangan tertentu.</p>
<p>Perbaikan struktur menelan biaya sekitar 4 juta dolar dan biaya renovasi keseluruhan mencapai 11 juta dolar. Dulu, Fallingwater dibangun dengan biaya 155 ribu dolar (perkiraan biaya awal cuma 30 ribu dolar), dan FLW mendapat honorarium sebesar 8 ribu dolar.</p>
<p><strong>::</strong> Back to <a href="http://esubijono.wordpress.com/the-small-journey/"><strong>e @ wordpress</strong></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thesmalljourney.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thesmalljourney.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thesmalljourney.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thesmalljourney.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thesmalljourney.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thesmalljourney.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thesmalljourney.wordpress.com&blog=3135874&post=53&subd=thesmalljourney&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thesmalljourney.wordpress.com/2008/04/14/fallingwater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8abe9b3fa04c2fe3a5c3247395284cc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thesmalljourney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-1.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kaufmann-house-2.jpg?w=72" medium="image" />

		<media:content url="http://thesmalljourney.files.wordpress.com/2008/04/kabel-baja.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>