fort lahore

kali ini sedikit catatan tentang perjalanan ke lahore, pakistan. buat saya, pada awalnya, kalau tidak ada kegiatan yang wajib saya ikuti, mungkin saya tidak akan pernah mampir ke lahore. ternyata keunikan dan keramaian lahore memberi kesan sendiri. sangat menyesal tidak dapat mengelilingi lahore karena situasi keamanan pada saat itu tidak memungkinkan. bayangkan, untuk pergi dari hotel menuju ke tempat expo centre, rombongan kami yang terdiri dari 3 bis harus dikawal oleh 2 mobil polisi, 1 truk tentara dan 1 ambulans. saya masih beruntung bisa menyelinap pergi mengunjungi benteng lahore. berikut adalah catatan singkatnya.

lahore, yang punya sejarah kota yang cukup kaya, saat ini adalah sebuah kota metropolis di propinsi punjab, pakistan, yang berkembang pesat. ia terhubung dengan delhi dan agra di india, afganistan dan iran.

kota ini mulai dibangun oleh loh, putera rama chandra, sekitar tahun 850 masehi. pada tahun 1021 masehi direbut oleh mahmood ghaznavi, dan tidak lama kemudian dijadikan ibukota kerajaan ghaznavid oleh masud, putera mahmood ghaznavi. sejak itu lahore berkembang menjadi pusat kegiatan sosial, kebudayaan dan pendidikan. lahore mencapaiu puncak kejayaan pada saat kekuasaan mughal, yang mendirikan bangunan-bangunan yang bagus termasuk benteng, taman-taman, pemakaman dan masjid-masjid.

benteng lahore (1566 masehi) mempunyai pintu yang besar dan masif. ruang-ruang didalamnya antara lain kamar raja dengan marmer, ruang publik diwan-e-aam, sheesh mahal, naulakha dan masjid moti. lantai dan dinding dihiasi batu permata dengan cara inlay, ukiran yang rumit dan hiasan mosaik.

benteng ini adalah salah satu dari tiga benteng kerajaan yang dibangun oleh kekaisaran mughal di asia selatan. benteng lahore dibangun oleh malik ayaz, dan kelak kemudian dibangun kembali oleh akbar yang agung, mempunyai sejarah penting bagi pakistan.

Advertisement

2 Responses to “fort lahore”

  • Mendra Ha

    Kalau memperhatikan foto-foto diatas, sepertinya bangunan-bangunan tua disana dirawat dengan cukup baik ya pak. Berbeda dengan di indonesia, banyak bangunan lama yg kurang terawat. Dicuekin.

  • Celine

    ya .. perhatian terhadap bangunan pusaka sudah cukup baik, dan menghasilkan manfaat bagi masyarakatnya. kita mestinya belajar dari pengalaman seperti itu, dan memanfaatkan lebih banyak bangunan pusaka kita dalam arti yang positif. treasuring the past – enriching the future.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.