t h e s m a l l j o u r n e y . .

fort amsterdam

Perjalanan ke Ambon ini adalah bagian dari jadual kerja [pda] -Pusat Dokumentasi Arsitektur- pada proyek inventarisasi dan identifikasi benteng-benteng di Indonesia. Proyek besar ini direncanakan dengan 3 tahap dimana tahap1 adalah mendata seluruh benteng-benteng di Indonesia Timur, meliputi propinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat, kemudian pada tahap-tahap berikutnya untuk daerah Indonesia Tengah dan Barat.

Pada tahap 1 ini telah didata benteng-benteng yang masih ada dan ditemukan berjumlah 112 buah, sementara beberapa puluh lainnya sudah tinggal nama tanpa meninggalkan bekas lagi. Jumlah keseluruhan benteng di Indonesia Timur adalah sekitar 140-an buah.

Salah satu benteng yang kondisinya masih baik adalah Fort Amsterdam. Benteng ini pernah dipugar oleh pemerintah, terletak di pulau Ambon, propinsi Maluku. Pada awalnya benteng adalah sebuah bangunan hunian yang terbuat dari kayu (blokhuis), dan pada tahun 1637 dipugar menjadi bangunan hunian dari batu. Sekitar tahun 1640 hunian ini dipugar lagi dan ditingkatkan menjadi sebuah benteng, diberi nama Fort Amsterdam. Benteng ini merupakan benteng kedua Belanda di pulau Ambon, setelah Kasteel Van Nerre yang dibangun di area bernama Seith.

Bangunan benteng berbentuk bujur sangkar berukuran 52×52 meter, terdiri dari 3 lantai dengan satu menara pengintai, tetapi menara sekarang sudah lenyap dan hanya tertinggal bekas-bekas pondasinya saja. Lantai dasar benteng dulu mempunyai sebuah ruang penjara dan fasilitas gudang mesiu, dan lantai atasnya difungsikan sebagai tempat tinggal tentara Belanda.

Dari sisi lokasi, Fort Amsterdam mudah dicapai baik melalui jalan darat maupun dari arah laut. Akses jalan darat melalui jalan beraspal dengan kondisi baik serta dilalui oleh kendaraan umum, dan benteng ini berbatasan langsung dengan laut Seram sehingga pencapaian dari arah laut sangat memungkinkan. Bangunannya sendiri dalam kondisi terpelihara dan, bila kita berada di lantai 3, mempunyai view 360 derajat yang istimewa (ke arah laut, bukit dan ke arah pemukiman penduduk). Sedikit diluar pagar benteng terdapat bangunan kecil yang tampaknya direncanakan berfungi sebagai tempat informasi. Sayang fungsi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga tidak banyak yang dapat diperoleh dari sini.

Potensi Fort Amsterdam yang luar biasa sesungguhnya sangat layak untuk dimanfaatkan. Walaupun demikian, kayaknya, diperlukan usaha sangat keras dan dana besar supaya benteng ini bisa menjadi bagian yang hidup dan bermanfaat kedepan bagi masyarakat setempat.

:: Back to e @ wordpress

May 23, 2008 - Posted by thesmalljourney | Uncategorized | , , | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment