fallingwater
Perjalanan ziarah arsitektur ke rumah legendaris ini sangat saya nikmati. Walaupun saya datang pada musim dingin, tetapi kehangatan ruang-ruang dalam rumah ini tetap bisa dirasakan. Emosi almarhum Frank Lloyd Wright yang dicurahkan kedalam rancangan ini tetap terasa, apalagi dengan perhatiannya yang khas pada detail furniture. Sayang ada peraturan yang melarang mengambil gambar interior.
Saya ‘nggak ingin mengulang cerita dan memperlihatkan sudut-sudut gambar yang banyak dan mudah kita temui di internet. Tetapi salah satu hal yang menarik perhatian adalah bahwa cantilever teras utama yang dramatis itu sudah defleksi (melendut) diatas batas normal. Ternyata, berdasarkan informasi yang saya peroleh, pak Edgar Kaufmann sendiri sebagai pemilik rumah, sudah prihatin dengan kondisi ini dan melakukan penyelidikan pada tahun 1941, hanya 4 tahun setelah rumah ini selesai dibangun.
Pada tahun 1963, tapak dan bangunan ini dipercayakan kepada Western Pennsylvania Conservancy (WPC) untuk dilestarikan. Mereka meneruskan usaha memantau kekuatan struktur bangunan, dan pada tahun 1994 menunjuk biro insinyur Robert Silman Associates (RSA) -dikenal sebagai biro yang aktif dalam pekerjaan pelestarian- untuk membantu perkuatan struktur. Sejak rumah ini dibangun sudah muncul pertanyaan tentang detail konstruksi cantilever, khususnya pada jumlah, ukuran dan komposisi tulangan betonnya. Cara yang paling cepat dan sederhana adalah mengupas beton dan mempelajari isinya; tetapi sebagai bangunan yang dilindungi di Amerika, cara ini ditolak karena akan menghilangkan material asli yang dipakai. RSA mengusulkan pemeriksaan 4 tahap tanpa merusak yaitu, pemeriksaan dokumen perancangan asli, pemeriksaan gambar-gambar teknis perubahan di lapangan termasuk as-built drawings, penggunaan radar dan test ultrasonic untuk memastikan ukuran dan komposisi tulangan beton, serta analisa komputer tentang kekuatan struktur. Pemeriksaan ini menghasilkan kesimpulan bahwa kondisi (beton) teras tersebut baik, defleksi beton yang terjadi sesuai dengan simulasi yang dibuat oleh komputer tetapi, celakanya, defleksi ini diduga akan terus terjadi sampai teras tersebut runtuh. Kesimpulan akhir pemeriksaan ini menyatakan bahwa defleksi terjadi bukan karena kesalahan konsep strukturnya melainkan pada detail rancangan perkuatan konstruksinya.
Diputuskan kemudian untuk memperkuat sistem konstruksi teras ini; pada tahun 1997 dipasang perkuatan sementara dibawah lantai teras dengan konstruksi rangka baja. Perkuatan ini masih ada pada saat saya berkunjung 3 tahun kemudian. Masalah lain yang terjadi adalah kelembaban dan rembesan air. Ini terjadi tidak saja pada lantai teras tersebut tetapi juga pada bagian-bagian lain dari rumah. Hal ini mudah dipahami karena banyak detail arsitektur yang mempertemukan elemen-elemen bangunan (antara lain plat atap, lantai, kusen, tangga) langsung dengan batu alam atau tanah asli di lokasi. Karena hal ini maka selalu terjadi kerenggangan pada detail pertemuan-pertemuan tersebut, dan dipecahkan dengan menggunakan sistem waterproofing khusus.
Perkuatan sistem struktur dilakukan menggunakan kabel baja dengan teknik post-tension. Agar perbaikan tidak merusak material asli, perkuatan ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi yang ada, tidak untuk mengembalikan posisi teras ke kondisi awal (Eric Lloyd Wright, arsitek, cucu FLW, menyatakan bahwa yang paling penting dari bangunan eyangnya adalah ruang didalam dan diluar bangunan, tidak pada apa yang ada didalam struktur lantainya). Prinsip perkuatan ini adalah meletakkan kabel baja baru sepanjang balok teras existing sedemikian rupa sehingga tidak melebihi ketebalan balok dan plat lantai, dan menariknya sampai mencapai tegangan tertentu.
Perbaikan struktur menelan biaya sekitar 4 juta dolar dan biaya renovasi keseluruhan mencapai 11 juta dolar. Dulu, Fallingwater dibangun dengan biaya 155 ribu dolar (perkiraan biaya awal cuma 30 ribu dolar), dan FLW mendapat honorarium sebesar 8 ribu dolar.
:: Back to e @ wordpress
No comments yet.




